Sabtu, 26 Desember 2009

ETIKA PASAR BEBAS

Pasar bebas adalah system ekonomi yang lahir untuk mendongkrak system ekonomi yang tidak etis dan yang menghambat pertumbuhan ekonomi dengan member kesempatan berusaha yang sama, bebas, dan fair kepada semua pelaku ekonomi. Rasanya sia-sia kita mengharapkan suatu bisnis yang baik dan etis kalau tidak di tunjang system social politik dan ekonomi yang memungkinan untuk itu. Dengan kata lain, betapun etisnya etika pelaku bisnis, jika system ekonomi yang berklaku sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral yang dianutnya, akan sangat menyulitkan. Betapa etisnya pelaku ekonomi, kalaupun system yang ada melanggengkan praktek-praktek bisnis yang tidak fair seperti monopoli, kolusi, manipulasi, dan nepotisme secara transparan dan arogan, akan sulit sekali mengharapkan iklim bisnis yang baik dan etis.
Ini berarti, supaya bisnis dapat dijalankan secara baik dan etis, dibutuhkan puluh perangkat hokum yang baik dan adil. Harus ada aturean main yang fair, yang dijiwai oleh etika dan moralitas.
1. Keunggulan moral pasar bebas
Pertama, system ekonomi pasar bebas menjamin keadilan melalui jaminan perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku ekonomi.
Kedua, ada aturan yang jelas dan fair, dan k arena itu etis. Aturan ini diberlakukan juga secara fair,transparan,konsekuen, dan objektif. Maka, semua pihak secara objektif tunduk dan dapat merujuknya secara terbuka.
Ketiga, pasar member peluanyang optimal, kendati belum sempurna, bagi persingan bebas yang sehat dan fair.
Keempat, dari segi pemerataan ekonomi, pada tingkat pertama ekonomi pasar jauh lebih mampu menjamin pertumbuhan ekonomi.
Kelima, pasar juga memberi peluang yang optimal bagi terwujudnya kebebasan manusia.
2. Peran Pemerintah

Syarat utama untuk menjamin sebuah system ekonomi pasar yang fair dan adil adalah perlunya suatu peran pemerintah yang sangat canggih yang merupakan kombinasi dari prinsip non-intervention dan prinsip campur tangan, khususnya demi menegakan keadilan.

Dengan kata lain, syarat utama bagi terwujudnya system pasr yang adil dan dengan demikian syarat utama bagi kegiatan bisnis yang baik dan etis adalah perlunya suatu pemerintah yang adil juga. Artinya, Pemerintah yang benar-benar bersikap netral dan tunduk pada aturan main yang ada, berupa aturan keadilan yang menjamin hak dan kepentingan setiap orang secara sama dan fair.

Maka siapa saja yang melanggar aturan main akan ditindak secara konsekuen, siapa saja yang dirugikan dak dan kepentingannya akan dibela dan dilindungi oleh pemerintah terlepas dari stastus social dan ekonominya.

Kamis, 19 November 2009

MONEY GAME BERMUNCULAN

Departmen Perdagangan mengungkapkan pertumbuhan perusahaan yang berpraktik money game. Bahkan, diantaranya memohon surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL). “Depdag tidak menolerir praktik money game yang bekedok usaha penjualan langsung atau pemasaran berjenjang (Multi Level Marketing/MLM).
MLM adalah bisnis yang memperdagangkan barang, dan memberikan komisi atau bonus kepada anggota atau mitra usaha atau distributor dari hasil penjualan meraka dan dari jaringan di bawahnya.
Sedangkan praktik money game biasanya kalaupun ada produk yang dijual, tetapi sebatas kamuflase. Pemberian komisi kepada anggota bukan dari hasil penjualan barang, melainkan dari jumlah uang yang disetor. Misalnya, anggota yang menyetor uang Rp. 2.500.000 kemudian diberikan produk seharga Rp. 200.000 jika anggota itu berhasil menjual satu produk, maka diberikan bonus Rp. 500.000.
Money game biasanya hanya menguntungkan pada anggota yang bergabung di awal pendirian usaha itu. Jika pasar sudah jenuh dan tidak ada anggota baru yang bisa direkrut, maka anggota terakhir akan mengalami kerugian. Akibatnya perusahaan tidak mampu lagi memperoleh uang untuk membayar sejumlah komisi bagi anggota yang telah terekrut.
Di samping itu Depdag juga berkonsultasi dengan asosiasi MLM jika ada permohonan izin yang dicurigai diminta oleh bisnis money game yang berkedok MLM. Taringan menjelaskan pihaknya tidak dapat melakukan tindakan atas praktik money game yang beroperasi di Indonesia, karena usaha mereka bukan tercakup dalam usaha yang diatur Depdag, atau bahkan dilarang oleh pemerintah.

Diskusi
1. Setujuhkah anda dengan bisnis money game diatas. Uraikan argument anda
2. Evaluasilah argument pihak yang terkait dengan bisnis ini
3. Evaluasilah mengapa bisnis money game bisa tumbuh subur di Indonesia
4. Haruskah bisnis ini dilarang. Jelaskan argument anda dari sudut pandang “bisnis sebagai profesi yang luhur”
5. Bagaiman pandangan anda terhadap prinsip etika bisnis “what is legal is ethical” (asal tidak melanggar hukum ya etis”)
Jawab
1. Tidak, karena yang mendapat keuntungan hanya yang bergabung di awal pendirian saja..
2. Seharusnya pemerintah bertindak dan melarang bisnis money game karena bisnis ini hanya menguntungkan pihak tertentu saja.
3. Karena pemerintah tidak melarang dan membuat peraturan tentang bisnis money game, dan masyarakat Indonesia yang mudah terayu oleh bisnis money game yang dapat memberikan untung tanpa bersusah payah.
4. Ya, Karena bisnis ini hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Sesungguhnya prinsip “bisnis sebagai profesi yang luhur” ialah bisnis yang dapat menguntungkan berbagi pihak yang terkait dalam bisnis tersebut.
5. Seseunghnya “what is legal is ethical” (asal tidak melanggar hukum ya etis”) tetapi (Jika tidak melanggar hokum belem tetu etis) karena “Etika bisnis tidak hanya dilihat dari hukum tapi juga dari norma-norma yang berlaku di lingkungan tersebut.(norma kemanusiaan, budaya, agama, dll)

Rabu, 18 November 2009

Free Sex…???

Ngeseks memang enak. Tapi awas kita bisa terjebak disini. Kita bisa terjebak oleh berbagai resiko, seperti kehamilan, penyakit kelamin, Hiv Aids dan yang parahnya kalo kita sampai harus mengalami pernikahan dini. Siapa pun kita pasti ga akan siap mental jika di seusia kita lagi asik-asiknya sekolah/kuliah, gila-gilaan bareng temen, ngembangin hobi, ngejar cita-cita, lagi nyari pasangan yang kita impikan, tiba-tiba kita harus tinggalin semua itu karena kita harus siap merubah kehidupan kita seperti ngurus anak, nyari duit buat beli susu anak, ngobatin anak kalo sakit, dan jika lagi asik-asiknya tidur kita harus bangun karena anak kita ngompol dan lagi enak-enaknya makan anak kita buang air besar (iihh..), ga enak banget kan kalo kaya gitu, semua kesenangan kita masa muda semuanya tinggal kenangan. Dan ada juga gara-gara freesex kita kena penyakit yang ga ada obatnya kita bisa di diskriminasi oleh orang lain, bahkan ada yang baru sekali ngelakuin tiba-tiba udah dipaksa untuk nikah padahal ga tau itu janin siapa.?? Sebelum melakukan freesex kenali dulu resikonya dan kenali pasangan kita, lalu bagaimana dengan komitmentnya, sebab tanpa komitment bakal berujung kerugian, jebakan, dan menghancurkan harga diri

Hari Gini Nge-Drugs Cape Dech…

Frustasi, kecewa, kesepian ini alasan yang sering terucap kenapa kita nge-drugs. Semua manusia pasti ngerasain hal itu tapi bukan cara tepat ngobatin masalah dengan drugs. Mungkin juga diantara kita nge-drugs karena ga enak sama temen dan ada juga yang bilang sebagai konsumsi biar ngedukung kreatifitas (biar dapat ide cemerlang gitu), bahkan ada yang ikut-ikutan sang idola biar dikata fans berat. Sampai kapan kita jadi idola orang lain kalo kita masih mengidolakan dan ikut-ikutan orang lain.? Lagi pula ga lucu kalo kita jadi idola tapi kita dapet ide nyetak ( copy paste ) dari orang lain. Ide cemerlang bukan karena obat tapi karena jiwa yang sehat dan berpikiran luas. Calon idola murni itu murni dari pikiran kita sendiri bukan copy paste dari orang lain. Banyak pemakai yang keliatan lemot, kurus, ga seksi, acak-acakan. ga mao kan penampilan kita seperti itu. Jaman sekarang kita lebih butuh orang yang berpikiran sehat dan yang kelihatan cute, cubby, n manis. Jadi buat apa ngedrugs ( ud ga jaman bro )!!!!

KAMUT ( Kata Mutiara “ SAHABAT” )

S = atu
A = ib
H = anya
A = kan
B = ersih
A = pabila sahabat
T = ak berhianat

Ku mengenalmu dengan satu nama “sahabat”. Ku memahamimu dengan satu renungan. Ku bersahabat bersamamu dengan satu ketulusan. Ku berharap tak akan retak dengan satu kesalahan.

Jiwa pasti sepi tanpa teman, tapi hati akan mati tanpa imam. Hari ini adalah kenyataan, semalam adalah kenangan, dan esok adalah impian.

Bila kesetian telah teruji maka kebahagiaan meski terbukti, bila kasih sayang telah kau mengerti maka perpisahan tak mungkin terjadi.

Ketika sahabat melukaimu tulislah di atas pasir agar terhapus oleh angin, tapi bila sahabat melakukan kebaikan pahatlah di atas batu agar angin tak mampu mrnghapus semuanya.

Ga ada yang lebih menyakitkan dari pada menyakiti seorang sahabat dang a ada yang lebih menyembuhkan dari pada dimaafkan seorang sahabat.

Rabu, 07 Oktober 2009

Macet Lagi Macet Lagi

Jakarta ga lepas dari kata macet. Dimana-mana pasti macet. Sekarang bukan hanya di jalan raya tetapi di gang perumahan karena banyak pengendara mengambil jalan alternative untuk menghindari macet karena sekian banyaknya pengendar mengambil jalan pintas gang perumahan menjadi rame kendaraan dan menyababkan macet juga.

Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan bermotor tetapi panjang dan lebar jalan sangatlah sempit. Pemerintah sudah menyediakan berbagai macam alternative seperti pelebaran jalan, jalur 3 in 1 (Three in One), disediakannya busway tetapi kenapa Jakarta masih macet .??

Bukan hanya kendaraan yang banyak tetapi para sopir angkot yang sembarangan ngetem mencari penumpang. Tidak hanya ngetem sembarangan tapi kalo udah ngetem jalannya lama banget dan klo jalan ugal-ugalan (sembarangan). Kenapa sopir angkot identik dengan itu. Hal yang seperti inilah membuat orang segan naik angkot karena jika orang tersebut sedang terburu-buru tetapi karena angkot tersebut lama orang jadi kesal dan akan males naik angkot sehingga orang akan menggunakan kendaraan pribadi karena merasa lebih nyaman, Karena hal tersebutlah jumlah kendaraan pribadi di Jakarta semakin banyak karena pengguna jalan merasa jumlah kendaraan tidak dibatasi dan tidak adanya kendaraan umum yang memadai.

PERSAINGAN REKAN KERJA

Dalam setiap lingkungan kerja pasti ada persaingan dalam memperebutkan kedudukan yang lebih tinggi atau persaingan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Hal ini lumrah dan sangat baik untuk sebuah kemajuan perusahaan karena setiap orang akan memberikan kontribusi yang baik dan menonjol bagi Perusahaan. Tetapi Mengapa dalam memperebutkan suatu kedudukan tersebut ada saja orang-orang yang tidak dapat bersaing secara sehat dengan melakukan hal-hal yang negative seperti mencari muka di depan atasan dengan cara menjelek-jelekan rekan kerja, serta melakukan hal-hal yang curang untuk menyingkirkan seseorang yang dianggap menjadi pesaing bisnis dalam mencapai tujuannya. Hal inilah yang dapat merugikan banyak pihak. Bukan hanya orang lain yang rugi tetapi juga kita yang menjatuhkan, Rekan kerja kita yang lain yang mengetahui hal itu pasti akan enggan berteman dengan kita. Serta orang yang kita rugikan sangatlah terpukul, dia akan mengalami hidup yang sulit karena dia kehilangan pekerjaannya dan dia tidak dapat lagi memberikan nafkah kepada keluarganya lagi, anak-anak mereka terancam putus sekolah, bagaimana jika mereka sampai putus sekolah bagaimana meraka mencapai citi-cita meraka.

Mengapa hal ini dapat terjadi.???
Mengapa kita “Susah melihat orang lain Senang dan Senang melihat orang lain Susah”

Kita tanya pada diri kita sendiri, Apakah kita mempunyai hati nurani yang dapat bersaing secara sehat dan dapat menerima kekalahan.??? Apa kita mempunyai etika persaingan yang baik.???

Bagaimana jika itu terjadi pada kita, Jika kita yang disingkirkan dengan tidak baik pasti kita sangat kesal, kita kehilangan pekerjaan, Bagaimana persaan kita jika ternyata yang menjatuhkan kita itu adalah teman kerja kita yang sangat dekat dengan kita.???

Perilaku tidak baik ini dapat hilang dan tidak terjadi dalam lingkungan kerja kita, jika kita dapat menerima kekalahan dan kita senang melihat orang lain sukses serta mempunyai rasa kekeluargaan dan saling membantu dalam mencapai kemajuan perusahaan. Sesungguhnya segala sesuatunya baik rezeki, jodoh, hidup dan mati kita itu sudah diatur oleh Allah Maha Kuasa. Kita terima segala sesuatunya dengan ikhlas pasti kita akan mendapatkan yang lebih baik jika kita pandai mensyukuri segala rezeki yang diberikan oleh Allah Yang Maha Pengasih.

Jika kita sudah mendapat kesuksesan janganlah kita menjadi sombong dan lupa terhadap teman-teman seperjuangan kita karena bantuan merekalah kita dapat meraih kesuksesan.

Senin, 05 Oktober 2009

Jasa konsultasi Skripsi: Disyukuri atau Dikutuk

Jasa konsultasi skripsi tumbuh bak jsmur. Semula jasa semacam itu diberikan secara perseorangan dan diam-diam antara teman. Kegiatan antar teman meningkat menjadi kegiatan "profesional" yang berbentuk usaha yang mengiklankan di koran. usahanya tentu mempunyai modal dasar yaitu kumpulan skripsi yang mencakupi berbagai bidang studi dan topik, jurnal (kopian dan asli),dan basis data. Mahasiswa tidak perlu mencari data yang diperlukan tinggal membeli data siap olah. Peminat dapat membeli skripsi dengan judul apapun dan skripsi tadi diantar kerumah.
Bisnis ini semakin menggiurkan karena banyk pejabat, mantan pejabat, eksekutif, atau pebisnis bahkan selebritis yang mengambil program S3 yang sebenarnya tidak punya waktu atau motivasi belajar untuk merenung atau tidak mempunyai kemampuan menulis sehingga tidak ada cara lain kecuali memanfaatkan jasa tersebut. Peserta program S3 yang berduit konon membentuk tim sukses dari kalangan akademik untuk menyelesaikan disertasi dengan bayaran yang mendorong akademis melanggar integritas akademik.
Bisnis ini ternyata mempunyai perpustakaan berupa ratusan skripsi, tesis, dan disertasi. Jasa yang diberikan antara lain sekedar memfotokopi skripsi yang sesuai dengan topik sampai membuatkan skripsi tersebut (mengetikkan proposal, menyarankan jawaban atas pertanyaan pembimbing, merevisi sampai skripsi disetujui, menjilidkan, dan latihan ujian pendadaran). Beberapa pemberi jasa memberi garansi “DIJAMIN SAMPAI LULUS.” Ketika ditanya apakah jasa semacam itu tidak menimbulkan hal yang kurang baik dan etis dalam kontesk pendidikan nasional dan tujuan penulisan skripsi, seorang pemberi jasa mengatakan : “nyatanya banyak yang datang ke saya dan tidak ada peraturan yang melarang.
Seorang pengguna jasa yang telah lulus sebagai seorang sarjana mengakui:"Saya memang menggunakan jasa konsultan karena mudah ditenui dan dihubungi. Konsultasinya juga enak dan lebih baik dari dosen pembimbing saya. Setelah saya konsultasi dengan jasa pembimbing, saya mendapat pengarahan yang baik bahkan setengahnya dibuatkan saran-saran perbaikan. Saya juga belajar banyak dari pemberi jasa. setelah saya ajukan ke dosen pembimbing, ternyata dosen saya terkesan dan mengACCSkripsi saya.Mahasiswa pengguna jasa yang masih menyusun skripsi mengatakan: "Mengapa harus repot-repot nulis skripsi. Yang penting jadi dan lulus karena skripsi tidak dibutuhkan dalam pekerjaan.
Para dosen yang dimintai tanggapan mengenai hal ini menyatakan bahwa meraka tidak mempunyai cara mengecek apakah skripsi merupakan hasil pekerjaan menyontek atau hasil pembmbingan komersial pokoknya. kalau mahasiswa daprt menjelaskan dengan baik apa yang ditulisnya para dosen sudah cukup puas debngan skripsi tersebut.
seorang dosen menyatakan: "saya tidak setuju adanya skripsi. Skripsi hanya membebani dosen. Yang relistik saja, saya tidak mungkin membimbing 10-15 mahasiswa dalam satu semester dan kalu tidak selesai dalam satu semester pekerjaan makin menumpuk. karena dipaksakan, akhirnya apapun yang diajukan mahasiswa saya setuju saja."